PATI – Karateka belia asal Pati Christopher Edbert Setiabudi kembali mengukir prestasi di level internasional. Atlet yang baru berusia sembilan tahun ini baru saja mendulang medali emas dalam ajang The 14th Asia Pacific Shitoryu Karatedo Federation (APSKF) Championships yang berlangsung di Singapura, 10-15 Desember. Tidak hanya menjadi yang terbaik untuk kategori kata putra perseorangan di bawah 10 tahun, Christo juga membukukan skor sempurna, 5-0. Itu menambah panjang deret prestasi yang diraihnya selama ini.
Event Dunia “Dia tampil luar biasa di Singapura. Medali emas di ajang tingkat Asia Pasifik ini merupakan pencapaian paling besar bagi dia sepanjang 2014,” ujar sang pelatih sinpai Yudi Budiyanto, kemarin.
Raihan medali emas di ajang APSKF membuat siswa SD Sekarjalak 2, Kecamatan Margoyoso, Pati ini meraih tiket ke event tingkat dunia, The 8th World Shitoryu Karate- do Federation (WSKF) Championships yang berlangsung di Kanana pada 2016. “Bukan hanya mewakili Indonesia, di ajang WSKF dia sekaligus mewakil Asia,” katanya.
Pada 2016, Christo juga dipercaya mewakili Shindoka Indonesia dalam ajang APSKF di Manila, Filipina. Dalam ajang dua tahunan itu, dia juga berambisi mempertahankan gelarnya. Sebelumnya, putra dari Teddy Setiabudi ini juga meraih prestasi pada sejumlah ajang internasional. Di antaranya, meraih medali perunggu pada Asia Open Karate Cup di Malaysia untuk nomor Kata usia dini.
Selanjutnya, Christo menjadi juara I Karate- do Union of Singapura Championships di Singapura untuk nomor Kata usia dini di bawah usia 10 tahun. Di tingkat nasional dan regional dan nasional dia pun merajai kejuaraan bergengsi. Terkini, pada event resmi Forki Jateng, Piala Pangdam IV Diponegoro ke-7, juara I digenggam untuk Kata usia dini. Selain itu, juga meraih dua gelar juara I sekaligus di nomor Kata perorangan dan Kata beregu usia dini dalam Kejurnas Shindoka di Jakarta.(H49-21)




